Sebagai kolektor kartu, aku merasa sesama kolektor perlu tahu cerita ini.
Beberapa waktu lalu, aku nemu penawaran menarik di Carousell: satu set kartu Pokémon dijual seharga Rp13 jutaan, padahal harga pasarnya waktu itu bisa sampai Rp21 jutaan. Kedengarannya terlalu bagus buat jadi kenyataan. Awalnya aku ragu, soalnya aku pernah ketipu hampir Rp15 juta di platform yang sama sebelumnya. Tapi dalam hati masih ada harapan ini beneran. Jadi aku coba hubungi penjualnya, dengan hati-hati.
Seperti kejadian sebelumnya, si penjual ngajak lanjut ngobrol di WhatsApp, bukan di aplikasi Carousell-nya. Dulu, si penipu minta aku bayar penuh duluan sebelum barang dikirim. Kali ini, penjualnya ngasih dua opsi: bisa bayar penuh atau bayar sebagian dulu. Begitu dia nyebut “bayar penuh”, aku langsung waspada. Tapi karena ada opsi bayar sebagian, aku akhirnya mutusin buat coba aja dulu.
Aku bilang aku mau beli koleksi kartunya seharga Rp13 juta. Si penjual minta emailku buat kirim invoice. Tapi dari awal obrolan, udah banyak hal yang terasa janggal, banyak kata-katanya yang nggak konsisten.
Aku coba tanya-tanya lebih dalam, cek detail soal barang dan transaksinya, buat pastiin ini bukan penipuan. Tapi makin lama, dia kelihatan makin nggak sabaran dan mulai ngegas. Akhirnya, aku iyain aja dulu lewat chat.
Nggak lama, aku langsung dapat email invoice darinya. Katanya, dia udah beli barang yang aku minta. Rasanya aneh, kok bisa secepat itu? Tanpa banyak tanya, dia langsung beli dan kirim invoice-nya. Buat mastiin, aku cek detail invoice-nya dan kirim juga ke teman-teman kolektor buat bantu verifikasi. Dan bener aja, invoice-nya palsu. Salah satu temanku nemu bukti kalau dokumennya diedit dan dimanipulasi biar kelihatan sah.
Setelah cek ulang dan kumpulin bukti, aku 100% yakin ini penipuan. Aku langsung laporin akun penjual itu ke Carousell dan kirim semua bukti ke polisi. Beberapa waktu kemudian, aku lihat akun Carousell-nya udah kena suspend.
Rasanya ini kemenangan kecil sih, tapi aku berharap pelakunya benar-benar ditindak. Setidaknya, dengan akunnya ditangguhkan, semoga dia nggak bisa nipu orang lain lagi dengan cara yang sama.
Buat kamu yang suka belanja online atau koleksi barang, hati-hati ya. Waspadai tanda-tanda mencurigakan waktu ngobrol sama penjual, apalagi saat transfer uang. Dan satu lagi, selalu cek email, invoice, dan dokumen lainnya dengan teliti. Jangan sampai lengah.
Artikel ini adalah bagian dari TSS Confessions, konten mingguan yang menjadi tempat kami mempelajari topik keuangan pribadi yang berdasarkan kisah nyata tanpa naskah.

Nyaris Ketipu Rp13 Juta Di Carousell Gara-Gara Kartu Pokémon
The Simple Sum
11 Aug 2025Share
Related Stories

How To Travel With Friends And Keep The Friendship Intact
21 Mar 2025
0

I Was Too Nice And Always Bought Shopping Favours For My Friends, But It Ended Up Costing Me
18 Mar 2025
0

Living Paycheck To Paycheck? Here’s A Guide To Effectively Track Your Expenses
14 Mar 2025
0
You May Also Like
See All
SG60: How A Group Of Friends Teamed Up To Sell ‘Awfully Chocolate’ Cakes
13 Mar 2025
566
0

After A Year Of Rejections And Unpaid Gigs, I Gave Up On Trying To Find A Job
10 Mar 2025
555
0

Should Gifts In A Relationship Be Returned After A Breakup?
07 Mar 2025
284
0

Top 5 Concerts In Singapore You Can't Miss In 2025
07 Mar 2025
140
0

5 Income Tax Essentials For Young Adults In Singapore
05 Mar 2025
146
0

Does Stocking Up On Food During Ramadan Actually Pay Off?
05 Mar 2025
38
0
© Copyright 2025 The Simple Sum. All Rights Reserved.

